Kelompok didefinisikan sebagai dua indivdu
atau lebih yang berinteraksi dan saling bergantung, yang bergabung untuk
mencapai tujuan tertentu.(Stephen P. Robbins, 2006: 303)
Kamus Besar Bahasa Indonesia
mendefinisikan kelompok sebagai kumpulan manusia yg merupakan kesatuan
beridentitas dng adat-istiadat dan sistem norma yg mengatur pola-pola interaksi
antara manusia itu.
Kelompok
dapat bersifat formal maupun informal. Kelompokformal adalah kelompok yang
ditetapkan berdasarkan struktur organisasi, dengan penugasan kerja yang sudah
ditentukan. Dalam kelompok formal, perilaku-perilaku yang harus ditunjukkan
dalam kelompok ini ditentukan oleh dan diarahkan ke sasaran organisasi.
Kelompok informal adalah persekutuan
yang tidak terstruktur secara formal dan tidak ditetapkan secara organisasi.
Kelompok ini terbentuk secara alamiah dalam suasana kerja yang muncul sebagai
tanggapan terhadap kebutuhan atas kontak sosial. Contoh: 5 orang karyawan dari
departemen yang berbeda secara teratur makan siang bersama.
Kelompok informal memberi kontribusi penting
bagi kelompok formal karena dapat memenuhi kebutuhan sosial para anggotanya.
Akibat interaksi yang dihasilkan dari kedekatannya tempat kerja atau interaksi
tugas sangat mempengaruhi perilaku dan kinerja mereka.
Motivasi
yang membuat kita bergabung dalam suatu kelompok secara umum, antara lain :
1.
Adanya rasa aman. Dengan bergabung ke dalam kelompok, individu bisa mengurangi
rasa tidak aman karena “berdiri sendiri”. Orang menjadi merasa lebih kuat,
keraguan diri berkurang dan lebih tahan terhadap ancaman ketika mereka menjadi
bagian dari kelompok.
2.
Memiliki Status. Bergabung ke dalam kelompok yang dipandang penting oleh orang
lain memberikan pengakuan dan status bagi para anggotanya.
3.
Menumbuhkan Harga Diri. Kelompok bisa memberi anggotanya perasaan harga diri.
Artinya, selain memberitahukan status ke mereka di luar kelompok, keanggotaan
juga memberikan perasaan semakin berharga ke dalam anggota itu sendiri.
4.
Dapat berafiliasi. Kelompok bisa memenuhi kebutuhan sosial. Orang menikmati
interaksi regular yang dihasilkan dengan menjadi anggota kelompok. Bagi banyak
orang, interaksi seperti ini merupakan sumber utama mereka untuk memenuhi
kebutuhan akan afiliasi.
5.
Keinginan mempunyai kekuasaan. Apa yang tidak bisa dicapai secara individu
seringkali menjadi mungkin jika diraih melalui tindakan kelompok. Muncul
kekuatan karena banyak jumlah orangnya.
6.
Mempercepat Pencapaian sasaran. Ada saatnya butuh lebih dari satu orang untuk
menyelesaikan tugas tertentu. Ada kebutuhan untuk mengumpulkan bakat,
pengetahuan atau kekuasaan untuk menyelesaikan pekerjaan. Dalalm kondisi
semacam ini, manajemen akan bergantung pada penggunaan kelompok formal.
Peran,
Norma dan ukuran kelompok dapat mempengaruhi kinerja dan kepuasan kerja dapat
dipahami sebagai berikut :
Persepsi
Peran
Pandangan
seseorang mengenai bagaimana seseorang seharusnya bertindak dalam situasi
tertentu disebut persepsi peran. Berdasarkan penafsiran atas bagaiamana kita
menyakini bagaimana seharusnya perilaku kita, kita terlibat ke dalam tipe-tipe
perilaku tertentu.
Norma
Norma
adalah standar perilaku yang dapat diterima yang digunakan bersama oleh anggota
kelompok. Norma memberitahu para anggota apa yang seharusnya dan tidak
seharusnya dilakukan pada situasi dan kondisi tertentu.
Bagi
individu, norma itu mengatakan apa yang diharapkan dari Anda dalam situasi
tertentu. Bila disepakati dan diterima oleh kelompok, norma bertindak sebagai
alat untuk mempengaruhi perilaku anggota kelompok dengan pengawasan eksternal
yang minimal. Norma berbeda di antara kelompok-kelompok, komunitas dan
masyarakat.
Ukuran Kelompok
Ukuran kelompok
mempengaruhi perilaku keseluruhan kelompok tetapi efeknya bergantung pada
variable yang diperhatikan. Kelompok kecil lebih cepat menyelesaikan tugas
daripada kelompok besar. Kelompok besar secara konsisten lebih baik dalam
pemecahan masalah dibandingkan kelompok kecil. Semangat tim memacu upaya
individu dan meningkatkan produktivitas keseluruhan kelompok.
Dari
pemahaman di atas pengaruhnya terhadap kinerja dan kepuasan kerja dapat
dijelaskan sebagai berikut :
Persepsi peran
dan evaluasi kinerja terhadap karyawan terdapat hubungan positif,yaitu Kadar keselarasan yang ada antara karyawan dan
atasannya mengenai persepsi atas pekerjaan karyawan itu mempengaruhi kadar
sejauhmana karyawan akan dinilai sebagai pekerja yang efektif oleh
atasannya. Selama persepsi peran
karyawan itu memenuhi pengharapan peran dari atasan, karyawan itu akan menerima
evaluasi kinerja yang lebih tinggi. Adanya nilai evaluasi kinerja yang tinggi tersebut menumbuhkan
pengharapan dari pekerja/anggota kelompok untuk mendapatan jabatan/tempat kerja
atau fasilitas kerja yang lebih baik sehingga memberikan kepuasan kerja
anggota/pekerja tersebut dan akan melaksanakan peran yang optimal terhadap
tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Norma
kelompok mengendalikan perilaku anggota kelompok dengan menegakkan standar
mengenai apa yang benar dan salah. Bila norma mendukung output yang tinggi,
para manajer dapat mengharapkan kinerja individual akan jauh lebih tinggi daripada
bila norma kelompok bertujuan membatasi output. Dalam hal kepuasan kerja, setiap anggota kelompok
akan merasa puas bila hasil pekerjaan mereka dinilai para manajer telah
memenuhi standar/norma yang ada dan mendapatkan reward yang sesuai dengan hasil
pekerjaannya.Dampak ukuran pada kinerja kelompok
bergantung pada jenis tugas yang dikerjakan oleh kelompok. Kelompok yang besar
lebih efektif untuk kegiatan mencari fakta.Kelompok kecil lebih efektif pada tugas-tugas pengambilan tindakan atau keputusan. Dalam hal kepuasan kerja, Kelompok ukuran besar memiliki tingkat
kepuasan yang lebih rendah karena kesempatan untuk berpartisipasi dan
berinteraksi secara sosial berkurang, demikian pula kemampuan anggota untuk
memihak ke prestasi kelompok. Kelompok ukuran besar lebih mudah mendorong
terjadinya beda pendapat, konflik dan pembentukan subkelompok yang membuat
kelompok itu menjadi entitas yang kurang menyenangkan untuk dimasuki.
No comments:
Post a Comment