Monday, March 13, 2017

Komunikasi ala Sunan Gunung Jati dan Terima Kasih kepada Orang Arab

Hiruk pikuk kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud (81) nyata sudah, bahkan ketika kakinya belum menginjakkan Tanah Air tercinta. Masyarakat Indonesia, terutama netizen, seolah terbelah sikap untuk sesuatu yang belum pasti.
Sikap cinta berlebihan dan benci berlebihan (hater and lover) membuat air kebijaksanaan tak lagi jernih. Ada hal yang sulit disambungkan menjadi relevan, padahal kenyataan belum terjadi. Sebaliknya, yang realistis menjadi kabur dalam penghayatan.
Alangkah lebih produktifnya jika kita menjadikan kunjungan ini sebagai refleksi. Bahwa orang Arab adalah saudara dekat bangsa Indonesia sejak lama (bahkan sebelum merdeka), yang dengan kemampuan komunikasinya yang akulturatif, Indonesia tercatat sebagai negara Muslim terbesar di dunia sejak lama hingga sekarang.
Bahwa orang Arab adalah pendatang yang selalu mampu menyesuaikan diri dengan bumi tempat mereka berpijak, sehingga terutama bagi umat Muslim, karunia nikmat iman dan Islam bisa dirasakan sekaligus sulit diingkari atas peran mereka selama ini.

Mari berkaca pada Sunan Gunung Jati, seorang habib (keturunan langsung ke-21 Nabi Muhammad SAW dari silsisah cucu kesayangan, Sayid Husein), yang secara empirik berjasa menyebarkan agama Islam, terutama di Jawa Barat, Banten, dan Jakarta. 
Sulit menafikan sejarah bahwa keyakinan sekaligus berkah iman di kawasan ini disebarluaskan oleh Eyang Dalem Abdulmanaf dari Kampung Mahmud, yakni keturunan ketujuh Sunan Gunung Jati. Bagi Muslim Bandung, maka sulit untuk tidak berterima kasih kepada orang Arab.
Habib (Seikh) Muhammad Syarif Hidayatullah, nama asli Sunan Gunung Jati, adalah sejatinya komunikator andal. Ia mampu melakukan persuasi dengan cara soft power guna mengubah keyakinan lama ke ajaran Islam pada tiga provinsi primer di Indonesia tersebut.
Lalu, bagaimanakah Sunan Gunung Jati berbicara di ruang publik? Apa metode komunikasi yang dilakukannya? Siapa saja peer group komunikasi yang dilibatkannya saat menerapkan komunikasi massa pada masanya?

No comments:

Post a Comment

Komunikasi Intra Personal

Dari semua pengetahuan dan keterampilan yang kita miliki, pengetahuan dan keterampilan yang menyangkut komunikasi termasuk di antara yang...