Thursday, March 16, 2017

Kiat Redakan Nyeri Perut dan Keram Saat Haid

Rasa nyeri dan kram pada saat haid terkadang sangat menyiksa. Rasa sakit pada bagian perut ini akan membuat aktivitas Anda akan terganggu. Dilansir dari Seventeen, Kamis (16/03/2017), berikut tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit saat haid.

1. Sedia obat
 Jika rasa nyeri sudah tidak bisa ditahan, Anda bisa menguranginya dengan Ibuprofen atau obat sejenis untuk menurunkan kadar prostaglandin. Prostaglandin nerupakan zat hormon yang memicu rasa kram pada rahim. Anda bisa menyediakan obat pereda ini pada awal periode datang bulan dan jangan lupa ikutin rekomendasi dosis dari dokter.

2. Kompres dengan air hangat
Pada saat haid, hampir mustahil bagi Anda untuk merasa nyaman. Cobalah meringkuk dengan botol berisi air panas yang ditempelkan pada bagian perut atau berendam dalam air panas. Panas akan meningkatkan aliran darah pada bagian rahim, dan melemaskan otot-otot yang menyebabkan rasa sakit.

3. Lakukan olahraga ringan
Anda tidak harus olahraga berat, cukup dengan berjalan kaki beberapa menit, maka akan melancarkan sirkulasi darah serta mengendurkan otot-otot Anda. Peregangan atau olahraga ringan akan memproduksi endorfin yang dapat mengubah cara kerja otak dalam memproses rasa sakit.

4. Yoga
Jika Anda merasa seperti ada tangan raksasa yang sedang meremas bagian dalam perut, maka yoga adalah salah satu cara yang bagus untuk meregangkan dan menenangkan otot-otot Anda.

5. Penuhi perut dengan makanan sehat
Jika Anda tergoda untuk makan sekantong keripik kentang atau junk food, sebaiknya pada saat haid dikurangi. Sebaliknya, cobalah menambah asupan makanan bergizi tinggi untuk meringankan rasa nyeri pada perut.
Omega 3, asam lemak, vitamin E dan Magnesium merupakan nutrisi yang dapat mengurangi peradangan dan membantu meringankan kram.

Wednesday, March 15, 2017

Bahayanya Jajanan Anak Sekolah

   Di depan sebuah sekolah, ada sepotong papan pengumuman bertuliskan, “Dilarang Berjualan di sini!” Apakah di depan sekolah anak Anda juga ada tulisan tersebut? Bila tidak, mungkin sudah saatnya, Anda sebagai wali murid, mengusulkan kepada Kepala Sekolah anak Anda, untuk membuat pengumuman tersebut.  Hal ini bukan karena kita ingin mematikan rezeki para penjaja makanan.    Dan bukan pula karena kita terlalu cemas kepada berita narkoba yang dimasukkan ke jajanan anak-anak. Melainkan, mungkin ini adalah pilihan terakhir, untuk memastikan keamanan makanan anak-anak kita. 
     Februari 2016 yang lalu, BPOM Palu menguji sampel makanan di sebuah pasar tradisional, dan hasilnya cukup mengejutkan. Sebesar 50% makanan (kue, ikan, kerupuk, es campur) terutama kue tradisional, masih mengandung bahan tambahan pangan yang tidak semestinya, misalnya saja Rhodamin-B (pewarna berbahaya)1. Belum lagi hasil temuan dari jajanan di sekolah-sekolah.
   Fakta menunjukkan, pada tahun 2011 lalu, terdapat sekitar 35 % jajanan tidak sehat beredar di sekolah-sekolah. Tren-nya menurun menjadi 20 % di tahun-tahun berikutnya, namun kembali naik menjadi 23 % di tahun 2014. Bahkan, Suratmono, Deputi Bidang Pengawasan dan Keamanan BPOM, pada tahun 2015 lalu, menyatakan bahwa hampir 40 % pangan jajanan anak sekolah di seluruh Indonesia mengandung bahan berbahaya seperti boraks, formalin, dan zat pewarna2. 
   

Tuesday, March 14, 2017

Sulitnya Menurunkan Berat Badan Di Usia 30-an Ke atas

  
  Menurunkan berat badan adalah tantangan yang besar dan ini berlaku untuk orang di segala usia. Tapi, harus diakui bahwa upaya pelangsingan di usia 30-an memang lebih sulit. Diperlukan upaya lebih keras untuk mencegah kenaikan berat badan setelah kita memasuki usia kepala tiga, terlebih pada wanita. Di usia ini umumnya prioritas utama kita adalah keluarga dan karier.
   Hambatan lainnya adalah metabolisme tubuh yang mulai lambat. Karena itu diperlukan latihan yang tepat untuk membuat metabolisme meningkat, salah satunya latihan beban untuk membentuk otot. Penelitian menunjukkan, latihan angkat beban efektif membakar lemak lebih banyak. Jika Anda termasuk orang yang sibuk, kemungkinan besar stres menjadi "teman" sehari-hari. Padahal, stres yang tidak terkendali merupakan salah satu pemicu kenaikan berat badan.
   "Stres berdampak buruk pada metabolisme tubuh karena akan mengaktifkan respon stres sehingga penyimpanan lemak lebih banyak," kata Ariane Hundt, pelatih kebugaran di New York. Jangan biarkan juga rasa stres membuat Anda mengonsumsi lebih banyak makanan manis untuk mendatangkan rasa nyaman sebagai kompensasi stres. Upayakan melakukan hal-hal yang bisa membuat tubuh dan pikiran lebih rileks.
   Terakhir, jangan tergoda mengikuti diet populer. Diet semacam itu sebenarnya merugikan. "Jika Anda tidak konsisten menjalani diet, metabolisme tubuh akan bingung. Dengan berbagai diet yang dicoba, Anda justru membuat tubuh kelaparan sehingga penumpukan lemak lebih banyak. Akibatnya usaha melawan kegemukan makin sulit," katanya. Langkah pertama untuk memulai pola makan sehat adalah mengevaluasi asupan kalori harian. Konsumsi makanan bergizi, batasi asupan gula, dan makanan yang diproses. 
Jika ingin menerapkan gaya hidup yang sehat untuk menurunkan berat badan, terapkan dalam jangka panjang, bukan percaya pada cara-cara instan

Monday, March 13, 2017

Momok Layanan Pendidikan

  Tahun ajaran baru menjadi momok sebagian orang tua yang akan menyekolahkan anak pada jenjang pendidikan berikutnya. Mau titak mau mereka harus berhitung keras berapa dana yang  kududisediakan untuk memasukkan putra-putrinya di sekolah-sekolah terbaik. Mulai dana untuk uang pendaftaran, pengembangan institusi, seragam dan buku. Inilah hantu liberalisasi layanan pendidikan yang  menakutkansetiap awal tahun ajaran sekolah jenjang pendidikan dasar dan menengah. 
  Sekolah tidak ubahnya seperti pasar  layanan jasa komersial, mereka yang memiliki modal ekonomi cukup akan berkesempatan memperoleh posisi tawar lebih untuk mendapatkan layanan sekolah terbaik. Akibatnya, layanan pendidikan bermutu disekolah-sekolah unggulan tidak lagi ramah kepada para pemilik keterbatasan ekonomi. Singkatnya, jika tidak mampu jangan mimpi mendaftar di sekolah unggulan dengan layanan terbaiknya. Pernyataan seperti ini tidak jarang keluardari pemangku kekuasaan layanan pendidikan sebagai satu-satunya solusi yang ditawarkan. 
 

Pesan Positip Raja Arab


   Rombongan Raja Salman telah meninggalkan Bali, Indonesia (12/03/2017). Sempat menyatakan puas selama berada di Indonesia. Awalnya banyak berita tak sedap terhadap rombongannya memilih Bali, tetapi pada akhir kunjungan, Raja Salman pulang dengan meninggalkan pesan positif untuk Indonesia. Pemilihan Bali sebagai destinasi wisata rombongan Raja Salman, awalnya disorot dengan negatif oleh khalayak Indonesia. Terlihat di komentar-komentar netizen. Memilih Bali mencederai perasaan muslim dan daerah lain di Indonesia yang juga punya andalan destinasi wisata. Raja Salman seakan-akan abai terhadap perasaan mayoritas Islam Indonesia. Pemilihan Bali memupus harapan daerah-daerah lain agar berkunjung ke daerahnya, misalnya Sumatera Barat.
  Mengingat kesamaan psikologis keagamaan, pengalaman menerima rombongan wisatawan mancanegara, kesiapan Pemda Sumbar bersama stake holder-nya, fasilitasnya, objek wisata yang tak kalah menarik (dikemas pula dengan konsep wisata halal), Sumbar harusnya layak menjadi destinasi rombongan Raja Salman. Akan tetapi, "kafilah" Arab Saudi ini tetap berada di jalannya, dan didukung oleh Pemerintah Indonesia. Karena itu, dua alasan memilih Bali yang telah dikemukakan saat jumpa pers bahwa Bali terkenal dan alamnya yang indah, tidaklah cukup. Alasan itu sama saja seperti alasan orang awam yang datang ke Bali hanya berlibur tanpa tujuan dan kepentingan lain. Faktanya, rombongan Arab Saudi punya beberapa agenda ke Indonesia. Ada pesan atau makna lain yang bisa dibaca dari pemilihan Bali sebagai destinasi wisata rombongan Raja Salman.
   Sebagai Citra Positif bahwa Islam Toleran dan Menghargai Kehidupan Manusia Rombongan Raja Salman sebelum menginjakkan kaki ke Bali, menunaikan agenda dulu di Jakarta. Sebagaimana dikabarkan, salah satu agendanya adalah pertemuan dengan 28 tokoh lintas agama di Hotel Raffles, Jakarta. Inti dalam pertemuan itu, Raja Salman mengingatkan kembali tentang Islam yang toleran dan menghargai kehidupan manusia. Sekaligus mengingatkan lagi tentang permasalahan Islam yang terus dicitrakan radikal dan ekstrim. Pesan dari pertemuan ini diharapkan memupus anggapan dunia dan masyarakat non-muslim bahwa Arab Saudi dan Indonesia membiarkan Islam radikal dan ektrim.
     

Komunikasi ala Sunan Gunung Jati dan Terima Kasih kepada Orang Arab

Hiruk pikuk kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud (81) nyata sudah, bahkan ketika kakinya belum menginjakkan Tanah Air tercinta. Masyarakat Indonesia, terutama netizen, seolah terbelah sikap untuk sesuatu yang belum pasti.
Sikap cinta berlebihan dan benci berlebihan (hater and lover) membuat air kebijaksanaan tak lagi jernih. Ada hal yang sulit disambungkan menjadi relevan, padahal kenyataan belum terjadi. Sebaliknya, yang realistis menjadi kabur dalam penghayatan.
Alangkah lebih produktifnya jika kita menjadikan kunjungan ini sebagai refleksi. Bahwa orang Arab adalah saudara dekat bangsa Indonesia sejak lama (bahkan sebelum merdeka), yang dengan kemampuan komunikasinya yang akulturatif, Indonesia tercatat sebagai negara Muslim terbesar di dunia sejak lama hingga sekarang.
Bahwa orang Arab adalah pendatang yang selalu mampu menyesuaikan diri dengan bumi tempat mereka berpijak, sehingga terutama bagi umat Muslim, karunia nikmat iman dan Islam bisa dirasakan sekaligus sulit diingkari atas peran mereka selama ini.

Mari berkaca pada Sunan Gunung Jati, seorang habib (keturunan langsung ke-21 Nabi Muhammad SAW dari silsisah cucu kesayangan, Sayid Husein), yang secara empirik berjasa menyebarkan agama Islam, terutama di Jawa Barat, Banten, dan Jakarta. 
Sulit menafikan sejarah bahwa keyakinan sekaligus berkah iman di kawasan ini disebarluaskan oleh Eyang Dalem Abdulmanaf dari Kampung Mahmud, yakni keturunan ketujuh Sunan Gunung Jati. Bagi Muslim Bandung, maka sulit untuk tidak berterima kasih kepada orang Arab.
Habib (Seikh) Muhammad Syarif Hidayatullah, nama asli Sunan Gunung Jati, adalah sejatinya komunikator andal. Ia mampu melakukan persuasi dengan cara soft power guna mengubah keyakinan lama ke ajaran Islam pada tiga provinsi primer di Indonesia tersebut.
Lalu, bagaimanakah Sunan Gunung Jati berbicara di ruang publik? Apa metode komunikasi yang dilakukannya? Siapa saja peer group komunikasi yang dilibatkannya saat menerapkan komunikasi massa pada masanya?

Sunday, June 1, 2014

Desa Global


Desa Global adalah konsep mengenai perkembangan teknologi komunikasi   di mana dunia dianalogikan menjadi sebuah desa yang sangat besar. Marshall McLuhan memperkenalkan konsep ini pada awal tahun  60-an dalam bukunya yang berjudul Understanding Media: Extension of A Man. Konsep ini berangkat dari pemikiran McLuhan bahwa suatu saat nanti informasi akan sangat terbuka dan dapat diakses oleh semua orang. Pada masa ini, mungkin pemikiran ini tidak terlalu aneh atau luar biasa, tapi pada tahun 60-an ketika saluran TV masih terbatas jangkauannya, internet belum ada, dan radio masih terbatas antar daerah, pemikiran McLuhan dianggap aneh dan radikal.
Desa Global menjelaskan bahwa tidak ada lagi batas waktu dan tempat yang jelas. Informasi dapat berpindah dari satu tempat kebelahan dunia lain dalam waktu yang sangat singkat, menggunakan teknologi internet. McLuhan meramalkan pada saatnya nanti, manusia akan sangat tergantung pada teknologi, terutama teknologi komunikasi dan informasi. McLuhan memperkirakan apa yang kemudian terjadi pada masa sekarang, di abada ke-20 seperti saat ini.
McLuhan memperkirakan pada masa digital dan serba  komputer  tersebut, persepsi masyarakat akan mengarah kepada perubahan cara serta pola komunikasi. Bagaimana pada saat itu, masyarakat tidak akan menyadari bahwa mereka sedang mengalami sebuah revolusi komunikasi, yang berefek pada komunikasi antar pribadi. Di atas level komunikasi interpersonal yakni komunikasi antara dua-tiga orang, pada masa desa global benar-benar terjadi trend komunikasi akan ke arah komunikasi massa, yakni bersifat missal dan luas. Di mana pembicaraan akan suatu topic dapat menjadi konsumsi dan masukan bagi masyarakat luas, kecuali, tentu saja, hal-hal yang bersifat amat rahasia seperti rahasia perusahaan, rahasia negara, keamanan-ketahanan. Semua orang berhak untuk ikut dalam pembicaraan umum, dan juga berlaku untuk mengkonsumsinya, tanpa terkecuali.

Komunikasi Intra Personal

Dari semua pengetahuan dan keterampilan yang kita miliki, pengetahuan dan keterampilan yang menyangkut komunikasi termasuk di antara yang...